Tuesday, February 26, 2013

GUNUNG ROGOJEMBANGAN


Keindahan gunung rogojembangan yang berada di kecamatan wanayasa kabupaten banjarnegara selama ini mungkin belum dikenal banyak orang diluar banjarnegara.karena letak yang jauh dari daerah pariwisata,sehingga orang kurang mengetahui sebuah tempat yang sangat indah.

Gunung Rogojembangan

Jika ingin mengetahui dan berminat mendaki gunung rogojembangan,tidak terlalu jauh untuk menempuh perjalannya.kita bisa melewati desa cantelan ataupun desa karang malang.untuk transportasi baik itu mobil maupun motor sudah bisa sampai ke desa tersebut.kita tinggal menyiapkan perlengkapan untuk mendaki puncak gunung tersebut.perjalanan untuk mencapai puncak bisa ditempuh dengan waktu sekitar dua jam.

Sesampainya dipuncak gunung rogojembangan,wow...kita bisa menyaksikan panorama keindahannya.terlihat dari atas beberapa desa dikawasan banjarnegara,bahkan juga kita bisa melihat dengan jelas kota pekalongan dan sekitarnya.dipuncak gunung rogojembangan terdapat sebuah sumur kecil,namun sekarang sudah tak berisi air.jadi untuk yang berniat untuk menikmati malam digunung tersebut,harus membawa persediaan air yang cukup.

Beberapa desa yang mengitari gunung rogojembangan antara lain adalah cantelan,karang malang yang masih ikut kabupaten banjarnegara.sedang dari sisi utara adalah desa gumelem yakni perbatasan antara pekalongan dan banjarnegara.

Jadi,buat kawan2 yang ingin merasakan sensasi dipuncak gunung rogojembangan,mudah2an artikel ini sedikit berguna untuk anda.

GUNUNG UNGARAN

Gunung Ungaran terletak di sebelah Selatan - Barat Daya kota Semarang dengan jarak sekitar 40 Km, tepatnya berada di kabupaten Semarang. Gunung Ungaran termasuk gunung berapi. Gunung ini terdiri dari tiga buah gunung yakni Gn. Gendol, Gn.Botak, dan Gn. Ungaran. Puncak tertinggi Gn. Ungaran memiliki ketinggian 2.050 mdpl.


Gunung Ungaran ini memiliki tiga jalur pendakian sampai puncak yakni jalur candi Gedung Songo, jalur Jimbaran, dan jalur Medini. Dari tiga jalur tersebut yang sering di lewati pendaki yakni jalur candi Gedung Songo dan jalur Jimbaran.
Untuk menuju puncak Gunung Ungaran ini dibutuhkan waktu sekitar 5 jam dari candi Gedung Songo, atau sekitar 8 jam dari Jimbaran. Gunung ini dapat didaki dari Jimbaran - Ungaran, atau dari Taman Wisata Candi Gedung Songo - Ambarawa. Bagi para penggiat alam bebas dari Jawa Barat atau Jawa Timur bisa menggunakan transportasi darat kereta api, dari jawa barat naik kereta api Tawang Jaya dari stasiun Senen Jakarta menuju stasiun Poncol - Semarang. Jawa Timur naik kereta api dari stasiun pasar turi menuju Poncol Semarang. Sesampainya di stasiun poncol ini kita naik bus kota menuju terminal Terboyo, dilanjutkan dengan bus kecil jurusan Bandungan.
Gunung Ungaran memiliki ketinggian 2050 mdpl, kondisi alamnya masih diselimuti hutan lebat dan banyak terdapat tempat-tempat wisata, maupun tempat-tempat keramat yang sangat menarik untuk dikunjungi. Panorama di puncak Gunung Ungaran kita bias menyaksikan Gunung Merbabu yang sangat kokoh dan besar saat di lihat di atas puncak Gunung Ungaran.
  • Transportasi
    • Dari termina Terboyo cari bus jurusan bandungan turun di pasar jimbaran Rp.10.000,- perjalanan kurang lebih 45 menit.
    • Ojek dari pasar jimbaran ke Pos pendakian I Mawar Rp.15.000,-
  • Pendakian Jalur Jimbaran
Sampai Pos Mawar perjalanan dilanjutkan kembali dengan trekking menuju Pos II atau Pos Bayangan. Dari Pos Mawar kita dapat melihat Gunung Merbabu dan Gunung Telomoyo. Kita manfaatkan semaksimal mungkin suasana panorama menawan ini dengan mendokumentasikan setiap momen bagus.
Awal perjalanan kita memulai kawasan hutan ciri khas pegunungan dengan vegetasi yang sedikit tertutup sehingga udara cukup sejuk. Medan kemudian mulai menanjak dan vegetasi mulai terbuka, sehingga pada saat cuaca kemarau medan ini menjadi berdebu. Perjalanan di lanjutkan dengan medan yang mulai memasuki kawasan hutan kembali dengan banyak pepohonan sehingga suasana menjadi sejuk, ditengah perjalanan kami melewati sungai dan terdapat air terjun kecil sehingga suasana menjadi sejuk. Suara air dan angin semilir begitu sejuk dan damai dengan suasana tempat yang masih tertutup dengan pohon-pohon besar gunung Ungaran.
Dari air terjun perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kea rah kanan dengan track yang menanjak dan kembali agak landai. Melintasi kawasan hutan sejauh 1 km akan mengantarkan kita ke perkebunan Sikendil. Di lokasi perkebunan kopi ini terdapat pondok dan bak penampungan air yang menyerupai kolam renang.
Terdapat percabangan jalan, kekiri adalah menuju puncak sedang lurus adalah jalur menuju Babadan, Ungaran. Jalan agak menanjak hingga kemudian mendatar untuk menuju pertigaan yang merupakan jalur ke puncak. Di ujung jalan datar, kita sampai dipertigaan si kendil, sebuah percabangan di perbatasan antara kebun kopi
DUSUN PROMASAN
Untuk menuju puncak kita ambil jalur kekiri, namun sebaiknya kita beristirahat dulu di Dusun Promasan turun kearah kanan yang juga merupakan jalur pendakian dari arah Boja Kendal. Dusun Promasan terletak di tengah perkebunan teh dengan jumlah rumah hanya sekitar 25 rumah.
Pemandangan puncak Gunung Ungaran dari lokasi ini sangat luar biasa indahnya. Pendaki biasanya menginap di rumah Biyung namun tidak menjual makanan, untuk makan harus memasak sendiri. Sementara di rumah bapak ketua RT menyediakan warung makan serta perlengkapan lainnya. Kalau mau membuka tenda terdapat lapangan yang cukup luas di dekat kamar mandi umum.
Terdapat Gua Jepang di tengah-tengah perkebunan teh. Gua ini dibangun pada masa pendudukan Jepang dan merupakan tempat persembunyian tentara Jepang ketika Perang Dunia ke II. Gua Jepang berupa lorong panjang sekitar 150 meter. Terdapat ruangan-ruangan di sisi kiri dan kanan lorong. Gua ini memiliki 3 buah pintu masuk yang juga berfungsi sebagai ventilasi udara. Untuk memasuki gua harus menggunakan lampu senter, dan bila hujan air bisa masuk gua sehingga menjadi licin.
Selain Gua Jepang tempat menarik lainnya berupa Candi Promasan yang berupa kamar mandi umum terbuka yang berhiaskan patung-patung sederhana. Konon dengan mandi di tempat ini akan membuat kita awet muda.
MENUJU PUNCAK GN.UNGARAN
Dari dusun Promasan pendakian dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak di tengah-tengah perkebunan teh. Di ujung perkebunan teh kita akan menemui hutan yang tidak begitu lebat dengan lamtoro gunung dan cemara menghiasinya. Selanjutnya kita akan menemukan pertemuan jalur, ambillah jalur lurus karena jalur kiri merupakan jalur dari pertigaan. Apabila kita tidak turun ke Desa Promasan tetapi langsung kepuncak dari pertigaan, ketika menemui percabangan ini ambillah jalur kekiri. Jarak tempuh normal dari pertigaan dan desa promasan menuju puncak adalah 2 jam dengan medan yang berat, penuh batu-batu, dan tak jarang kita harus memanjat batu-batu yang tingginya 1 meteran.
Setengah perjalanan atau sekitar 1 jam berjalan, kita akan menemui tebing-tebing batu yang berketinggian sekitar 20 meter dan dihiasi oleh padang sabana dengan pepohonan yang jarang. Daerah ini di siang hari sangat panas dan berangin kencang karena tidak adanya pohon-pohon pelindung yang tumbuh, kebanyakan hanya alang-alang yang dapat kita temui di sini hingga puncak.
Disarankan agar mendaki ke puncak saat malam atau pagi-pagi sekali, selain untuk menghemat air minum juga agar terhindar dari terik matahari yang dapat membakar kulit. Jalur disini menuntut kewaspadaan yang tinggi, karena kita melewati punggungan yang terjal berbatu besar serta licin. Kita menempuh jalan setapak yang mengitari tebing-tebing.
Apabila anda sudah mencapai hutan kecil yang diapit oleh 2 punggungan berarti puncak gunung Ungaran sudah dekat. Di atas hutan kita dapat menemui tebing terjal, jalan setapak dengan menyusuri bagian tengah tebing menuju arah kiri kemudian berbelok ke kanan dan akhirnya sampailah ke puncak Ungaran yang berketinggian 2050 mdpl dan dihiasi oleh sebuah tugu yang dibangun oleh batalyon militer dari Semarang. Dari puncak Gn. Ungaran kita dapat melihat Gn. Sumbing, Gn. Sundoro di sebelah barat daya.
TURUN KE CANDI GEDONG SONGO
Menuruni Gunung Ungaran melewati jalur Candi Gedong Songo menjadi pilihan yang menarik. Dengan melintasi kawasan hutan yang cukup lebat serta jalan yang licin bila turun hujan, pendaki dituntut untuk tetap waspada karena banyak jalur percabangan yang akan membawa pendaki ke jurang atau ke jalur pendakian lainnya.Jalur yang panjang dan agak landai sering kali juga harus menuruni tanjakan-tanjakan yang sangat terjal memberikan nuansa yang berbeda dalam pendakian ke gunung Ungaran.
Mendaki dan menuruni gunung ungaran bila dilakukan di siang hari ada keunikan tersendiri, kita dapat menikmati suasana hutan yang cukup lebat dengan dihiasi tebing-tebing curam puncak-puncak gunung Ungaran. Terutama ketika kita berada di lembah yang di apit oleh dua puncak.
Setelah berjalan sekitar 3 jam melintasi track yang berselang-seling anatara landai dan terjal di tengah hutan yang cukup lebat, jalur menjadi terbuka melintasi padang rumput. Di siang hari terasa sangat panas dan di musim kemarau banyak debu sehingga harus menjaga jarak dengan pendaki di depannya karena debu yang dibuat oleh langkah kaki pendaki di depannya. Meskipun demikian kita akan disuguhi pemandangan yang sangat indah ke arah gunung Merbabu dan Rawa Pening di sepanjang perjalanan.Sedangkan di sebelah tenggara, kita melihat Gn. Telomoyo, Gn. Merbabu, dan Gn. Merapi

GUNUNG PRAU


Gunung Prau secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Kendal, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Batang dan Kabupaten Banjarnegara. Apabila Anda ingin mendaki Gunung Prau, stamina dan fisik perlu dipersiapkan mengingat jalur pendakian yang terjal dan berliku.


Selain kondisi jalur terjal dan berliku, disepanjang jalur Anda akan di hadang oleh semak berduri yang merambat melintang disepanjang jalan setapak. Belum lagi kendala faktor cuaca yang kadang tidak bersahabat. Tetapi yakinlah, kelahan sepanjang 2 jam perjalanan serasa terbayar lunas ketika sampai di Puncak Gunung Prau.

Hijau pemandangan alam  membentang di Horison. Dataran rumput berbukit dihiasi pepohonan cemara serta beraneka ragam bunga seperti misalnya bunga Nepenthes atau Kantung semar,Eidelweis,Cantigiblue Berry, Strawberri hutan -atau yang masyarakat Dataran Tinggi Dieng menyebutnya Ucen Kebo- dan masih banyak tanaman - tanaman unik lainnya benar - benar akan memanjakan mataAnda.

Gunung Prau merupakan salah satu puncak di Dataran Tinggi Dieng selain Gunung Sipandu, Gunung Pangamun - Amun dan Gunung Jurang Grawah ini memiliki ketinggian 2.565 Mdpl.

GUNUNG YANG TERLUPAKAN
Gunung Prau sering kali hanya dilirik sebelah mata oleh para pendaki gunung di Indonesia. Bahkan banyak yang tidak mengetahui keberadaan Gunung Prau dan parahnya lagi, seringkali disamakan dengan Gunung Tangkuban Perahu. Padahal dua gunung tersebut adalah dua gunung yang jelas berbeda, yang satu di Jawa Barat sementara Gunung Prau di Jawa Tengah, tepatnya di antara Kabupaten Kendal dan Wonosobo dan satu kawasan dengan Dataran Tinggi Dieng.

Untuk mendaki Gunung Prau Anda bisa memulai dari Desa Kenjuran dan puncak akan tergapai setelah melalui 4 pos. Perjalanan sepanjang 6 jam menuju puncak terbayar dengan sangat memuaskan oleh pemandangan kebun bunga yang menghampar di puncak.

Dari arah timur, Sang Surya mulai merekah, menampakan sembrurat kuning keemasan yang indah sekali. Di sebelah selatan kita dapat melihat wajah Gunung Sindoro - Sumbing dari dekat sekali. Dan jika Anda menengokan kepala agak ke kanan, akan terlihat sebagian Dataran Tinggi Dieng. Sementara di sebelah barat dan utara, sejauh mata memandang, Anda akan menjumpai padang berbunga yang sedang mekar. Pemandangan yang sungguh menggugah hati.




Note:  Tidak ada sumber air di sepanjang jalan. Sumber air terakhir katanya ada sedikit di bawah Pos 1, tetapi jika Anda belum tahu medan, sebaiknya penuhi botol atau jerigen air dari Desa Kenjuren.

Sebaiknya dirikan tenda di pos 4 atau puncak, jangan di pos 2 kalau tidak ingin diganggu ‘para penghuni’ Gunung Prau.

Sebaiknya lakukan perjalanan di siang hari, jikalau terpaksa jalan malam hari, pastikan membawa penerangan yang cukup mengingat medan yang rimbun dan jarang dilewati.

RUTE:
- Dari Semarang silahkan mencari bus Semarang - Weleri atau Semarang - Jakarta, turun di Pasar Weleri. 40 km.

Pasar Weleri - Sukorejo, cari bus arah Sukorejo, turun di Alun - alun Kecamatan Sukorejo.

Alun - alun Sukorejo - Desa Kenjuren, sebaiknya carter truk sayur karena angkutan lokal jarang.

- Alun - alun Sukorejo juga dapat dicapai dari arah Kabupaten Temanggung, ke Terminal Parakan cari bus tujuan Sukorejo, turun di Alun - Alun Sukorejo.

Monday, February 25, 2013

MOUNT CAUCASUS


Letaknya di sebelah tenggara Rusia. Dihiasi flora dan fauna beraneka ragam yang terhampar di seluruh jajaran pegunungan yang diapit laut Hitam (sebelah barat) dan laut Caspia (sebelah timur), ia berdiri tegar. Itulah gunung Caucasus.Caucasus merupakan gunung vulkanik tak aktif yang membentang dari arah tenggara ke utara sepanjang 75 km dan merentang sepanjang 500 km dari tepi pantai laut Hitam dan berujung di pesisir Caspia. Tepatnya di sungai Araxes, sebelah barat Turki.

Di sini terdapat gunung Ararat, bagian dari pegunungan Caucasus yang dipercaya masyarakat setempat sebagai tempat mendaratnya bahtera Nabi Nuh pada saat terjadi banjir besar.Pegunungan Caucasus juga menjadi zona peralihan antara benua Asia dan benua Eropa.


Di bagian tenggara terdapat gunung Talysh (masuk wilayah Azerbaijan). Sedang di bagian selatan dan timur terdapat pegunungan Carpahian, Crimean, dan memanjang ke Pamir, sampai pegunungan Tien Shan, Altai, dan Sayan, yang termasuk wilayah Asia Tengah. Kesemuanya merupakan pegunungan yang baru mengalami proses 'pengangkatan daratan' di zaman Mesozoic.

Wilayah ini beriklim subtropik.Salju hanya terdapat pada daerah yang menjorok ke utara, pada puncak gunung-gunung yang tinggi seperti gunung Elbrus. Pada musim panas, udara mengalir dari Atlantik yang dingin, bergerak ke arah barat laut menuju ke wilayah yang lebih rendah di Asia Selatan. Hilangnya kelembaban udara menjadikan sebagian wilayah ini sebagai dataran kering yang letaknya lebih tinggi.

Pada musim dingin gelombang udara tropik berhembus sepanjang hari, menyebabkan perubahan cuaca berlangsung dengan cepat, dari panas ke dingin. Proses ini sering terjadi dan mengakibatkan perubahan pada relief bumi berupa jajaran pegunungan di sebelah barat Caucasus (gunung Ararat, Turki) kehilangan panas pada musim gugur.Pergantian udara menjadi dingin terjadi selama beberapa bulan kemudian sampai ke musim dingin. Sebuah proses alam yang juga sering terjadi di kutub utara.

Pada musim semi pegunungan pun mulai panas dan pada kantong-kantong tertentu menyimpan udara dingin dan bergerak ke utara. Di saat seperti ini badai sering terjadi dalam waktu yang singkat. Semua fenomena alam itu menerangkan faktor yang menyebabkan bagian utara pegunungan Caucassus lebih tinggi curah hujannya pada musim semi.
Faktor lain yang mempengaruhi kawasasan ini adalah adanya angin dingin yang datang dari daratan Rusia. Dengan iklim subtropik seperti itu, pegunungan Caucassus tidak saja menjadi objek wisata yang menawarkan keindahan panorama. Tetapi juga menjadi sebuah kawasan pertanian yang subur dengan komoditas andalan seperti teh, padi, dan buah citrus. Di dataran yang letaknya lebih tinggi, tumbuh pula hutan cemara yang subur.

Ada pula hutan kayu besi (Persia parratis) dan pohon sutra Albizzia, tanaman khas daerah setempat (Talysh).Secara geografis, pegunungan Cacaucasus mencakupi sejumlah wilayah dari berbagai negara yaitu: Turki, Georgia, Azerbaijan, Rusia (Kabardino Balkariya), dan Armenia.
Negeri Georgia yang berbatasan langsung dengan Rusia, tepatnya di badan gunung Elbrus atau Desa Terskol, berjarak hanya 12 km.Jalan yang menghubungkan kedua wilayah itu dibangun pada masa setelah revolusi dan dijadikan sebagai jalur yang di gemari oleh pelancong dari berbagai negeri untuk menikmati pemandangan pegunungan.

Pada abad ke-18, karena kesuburannya, daerah berbentuk saddle yang berketinggian 2.384 meter ini sering dijadikan jalan masuk bagi penduduk dari utara -- petani dari Rusia tengah dan Ukraina -- yang bermigrasi ke daerah ini. Dari Terek dan Aragvi mereka mengikuti sungai Kura.
Kawasan yang dikenal juga sebagai lumbung pangan bagi Rusia ini merupakan jalur kuno yang menjadi saksi sejarah ketika tentara dari sultan Turki dan penguasa Iran silih berganti menaklukkan wilayah ini. Tentara Rusia pernah juga memperbaiki jalur ini, ketika Georgia berusaha meminta bantuan mereka. Itu sebabnya jalur ini dikenal juga sebagai kawasan militer Georgia.



Pegunungan ini kini dihuni sedikitnya oleh 50 suku bangsa. Meski memiliki bahasa asli Caucasus (bahasa Georgian, Abkkhzian, Kabardian, Cherkesses, Chechen), mereka lebih sering berkomunikasi dengan bahasa Rusia sebagai bahasa resmi. Kawasan inilah yang selama ini dikenal sebagai 'negeri tertua' di dunia.
Sejarah mencatatnya sebagai negeri pertama yang mengangkat Kristen sebagai agama resmi Turki sekaligus juga pintu masuk agama Islam ke kawasan Eropa.

Peninggalan sejarah tersebut sampai kini masih bisa ditemukan di pegunungan Caucasus yang kini memiliki tingkat kepadatan penduduk lima jiwa per km ini.
Di sepanjang daerah Zankateka sampai ke Azua misalnya, bisa kita temukan sejumlah bangunan masjid dan gereja bergaya ortodok. Ini karena agama yang berkembang di sana saat ini adalah Islam yang hidup berdampingan dengan Kristen Ortodoks.Belakangan ini, pegunungan Caucasus lebih dikenal sebagai wilayah konflik.
Ini lantaran warga Chechya ingin memisahkan diri dari Rusia dan menjadikan wilayah pegunungan Caucasus menjadi ajang peperangan.

Wilayah ini juga sempat menyita perhatian dunia, ketika September 2002 lalu pemerintah Rusia mengirim 1.200 tentara -- termasuk pasukan elite -- ke wilayah ini untuk memerangi gerilyawan Chechya.Namun, semua itu tidak terlalu mempengaruhi kehidupan warganya maupun wisatawan asing.
Terbukti, kunjungan pariwisata ke daerah ini tidak berkurang. Daerah yang selama ini menjadi tempat pemandian maupun penyembuhan -- seperti Kislo Vodky, Zhakznovodsk, Pyatigorsk, dan Yesen Tuki -- tetap dikunjungi banyak pengunjung.

Jumlah wisatawan yang ingin bermain ski pun tak pernah surut. Semua itu karena pegunungan Caucasus memang telah dianggap sebagai saksi sejarah atas pasang surutnya peradaban manusia dari zaman kuno sampai zaman modern.






MOUNT KILIMANJARO


Kilimanjaro ( bahasa Swahili: kilima, gunung; njaro, bercahaya ) atau dulu disebut Kaiser-Wilhelm-Spitze adalah gunung di timur laut Tanzania. Gunung ini adalah gunung tertinggi di dunia yang berdiri bebas, tingginya 4.600 m bila diukur dari kaki gunung.Puncak Kilimanjaro sekaligus merupakan puncak tertinggi di Afrika, dengan ketinggian 5.895 meter di atas permukaan laut. Gunung ini juga disebut Kilima Dscharo atau Oldoinyo Oibor yang berarti gunung putih dalam bahasa Masai.




Kilimanjaro adalah gunung api strato raksasa yang sekarang tidak aktif, namun memiliki fumarol yang mengeluarkan gas di kawah yang terletak di puncak utama Kibo. Di Tanzania, puncak Kibo dikenal sebagai Puncak Uhuru. Di tahun 2003, vulkanolog Jerman bernama Volker Lorenz memperkirakan magma cair terdapat di bawah permukaan kawah pada kedalaman 121,9 m ( 400 kaki ).

Titik tertinggi adalah Puncak Uhuru yang tingginya 5.895 meter, dan merupakan salah satu dari Tujuh Puncak Gunung Tertinggi Dunia. Di atasnya terdapat kawah yang lebarnya 2,4 kilometer.Johannes Kinyala Lauwo dari korps pengintai angkatan darat Marangu adalah orang pertama yang berhasil mencapai Puncak Uhuru, dan berhasil mendakinya berulang - ulang hingga 9 kali.

Orang asing pertama yang berhasil mencapai Puncak Uhuru adalah Hans Meyer, pendaki dari Jerman, dan Ludwig Purtscheller pendaki dari Austria. Mereka berdua dipandu Johannes Lauwo sampai ke Puncak Uhuru pada 6 Oktober 1889. Dua puncak Kilimanjaro yang lain adalah Puncak Mawenzi ( 5.149 m ) dan Puncak Shira ( 3.962 m ). Puncak Mawenzi adalah puncak ke-3 tertinggi di Afrika setelah Gunung Kenya. Di tahun 1889, pemerintah Jerman memberi hadiah rumah bagi Johannes Lauwo di Ashira Marangu atas jasanya sebagai pemandu dalam ekspedisi yang dipimpin Hans Meyer. Kerabat Johannes Lauwo yang bernama Trilas Lauwo ( 1952- ) juga menjadi wanita Tanzania pertama yang mencapai Puncak Uhuru lewat rute Mweka di tahun 1972.

Pendakian Puncak Mawenzi memerlukan keterampilan panjat tebing sekaligus panjat perbukitan es dan salju. Pendakian ke Puncak Uhuru terbilang tidak ruwet, tapi perlu waktu yang cukup untuk melakukan aklimatisasi agar tidak terkena penyakit ketinggian. Tiga rute termudah:Marangu, Rongai, dan Machame, bahkan bisa didaki siapa saja yang berbadan sehat tanpa perlu pengalaman mendaki gunung. Pendaki dianjurkan membawa obat-obatan untuk mencegah penyakit ketinggian yang diminum ketika sedang sakit kepala akibat ketinggian. Pendaki yang mengambil rute Marangu biasanya perlu 4 - 5 hari untuk sampai di puncak.

Di sepanjang rute pendakian tersedia pondok - pondok dengan fasilitas untuk memasak dan mandi. Beberapa pondok di antaranya bahkan memiliki aliran listrik. Tahap terakhir pendakian, dari pondok Kibo di ketinggian 4.720 m hingga sampai di puncak biasanya dijalani di malam hari ketika batu-batu kecil menjadi berkelompok karena membeku, dan jalan lebih mudah dilewati. Pendaki biasanya sudah sampai di Titik Gilman di pinggiran kawah sekitar jam lima atau jam enam pagi. Dari sana hanya perlu 1½ jam lagi untuk sampai di Puncak Uhuru. Pendaki yang masih kuat berjalan dapat melanjutkan perjalanan di bawah hangatnya sinar matahari. Setiap tahunnya, Kilimanjaro dikunjungi sekitar 15.000 pendaki, dan 40% di antaranya berhasil sampai ke puncak.

Di puncak gunung terdapat papan ucapan dalam bahasa Inggris dari pemerintah Tanzania: “Congratulations! You are now at Uhuru Peak, Tanzania, 5,895 m. AMSL. Africa’s Highest Point. World’s Highest Free-Standing Mountain. One of World’s Largest Volcanos. Welcome.” ( Selamat! Anda sudah sampai di Puncak Uhuru, Tanzania, 5.895 m dpl. Titik tertinggi di Afrika. Gunung berdiri bebas tertinggi di dunia. Salah satu kawah terbesar di dunia. Selamat Datang )”. Papan ini sering ditempeli stiker oleh para pendaki yang berhasil sampai di puncak. Di dekat papan terdapat sebuah kotak berisi buku tamu untuk diisi para pendaki.

Sewaktu menjalani tahap - tahap pendakian, pendaki bisa merasakan hampir semua jenis iklim yang ada di bumi. Gunung ini sangat tinggi walaupun terletak di ekuator, sehingga puncaknya selalu diselimuti salju abadi.Kilimanjaro adalah titik tertinggi di dunia yang dilayani jaringan telepon genggam GSM. Pelanggan telepon genggam Vodacom ( anak perusahaan Vodafone ) masih bisa menelepon dari atas sana.

* Jalur Pendakian

Gunung Kilimanjaro sekarang mulai kehilangan salju yang menyelimuti puncaknya. Gletseryang menyelimuti puncak gunung ini sejak 11.700 tahun yang lalu semakin menipis. Dibandingkan dengan abad lalu, volume es di puncak Kilimanjaro sudah berkurang lebih dari 80%, dan penelitian yang dipimpin seorang paleoklimatologis dari Ohio State University bernama Lonnie Thompson memperkirakan salju yang menyelimuti puncak gunung ini akan menghilang sekitar tahun 2015 hingga 2020.




Mulai bulai Januari 2006, rute pendakian Western Breach ditutup oleh pemerintahTanzania setelah terjadi longsoran batu yang mengakibatkan tewasnya 4 orang pendaki di kemahArrow Glacier. Longsor diperkirakan terjadi akibat pecahnya batu-batuan di daerah tersebut yang tidak lagi membeku secara permanen.

Rute - rute pendakian resmi:

1. Machame
2. Marangu
3. Rongai
4. Lemosho
5. Umbwe
6. Shira
7. Mweka ( hanya untuk turun )